PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best ProfitBursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Selasa, 23 November 2021. Hal ini seiring kenaikan tingkat imbal hasil obligasi memberi tekanan pada saham teknologi sehingga indeks Nasdaq turun dalam dua hari berturut-turut.

Akan tetapi, saham bank dan industri menguat. Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Nasdaq merosot 0,50 persen menjadi 15.775,14. Indeks S&P 500 naik 0,17 persen menjadi 4.690,70. Indeks Dow Jones menguat 194,55 poin menajdi 35.813 seiring kenaikan saham bank dan energi.

Penurunan saham teknologi dan pertumbuhan lainnya terjadi karena imbal hasil obligasi melonjak menyusul keputusan Presiden AS Joe Biden memilih Ketua the Fed Jerome Powell untuk masa jabatan kedua pada Senin, 22 November 2021. Bestprofit

Imbal hasil obligasi tinggi sering dilihat sebagai negatif bagi perusahaan dengan pertumbuhan tinggi karena laba perusahaan terlihat kurang menarik karena imbal hasil jangka pendek meningkat.

“Kami telah melihat sedikit tekanan pada saham teknologi karena imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang telah reli pada hari kedua. Itu membebani valuasi,” ujat Investment Strategist Edward Jones Angelo Kourkafas, dilansir dari CNBC, Rabu (24/11/2021).

Ia menambahkan, laba Zoom juga tidak membantu angkat wall street. “Menyoroti sejumlah dinamika di pasar dengan pertumbuhan sangat tinggi ini, pertumbuhan melambat pada margin,” tutur dia.

Gerak Saham di Wall Street

Sementara itu, raksasa media sosial Meta, induk usaha Facebook turun 1,1 persen. Saham Roku dan Biotek Moderna melemah lebih dari dua persen. Saham Zoom Video Communication anjlok 14,7 persen setelah kalahkan perkiraan pendapatan. Namun, Zoom mengingatkan perlambatan ke depan karena pandemi COVID-19 mereda dan permintaan kontak jarak jauh menurun.

Di sisi lain, saham bank naik seiring suku bunga dan imbal hasil obligasi. Saham JPMorgan naik hampir 2,4 persen.

Saham energi menguat setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan memanfaatkan cadangan minyak strategis dalam upaya menurunkan harga gas pada saat inflasi berjalan ke level tertinggi dalam tiga dekade.

Harga minyak turun dalam beberapa hari terakhir di tengah desas desus Biden akan mengambil langkah. Harga minyak berbalik menguat pada perdagangan Selasa, 23 November 2021.

Pencalonan kembali Jerome Powell secara umum disambut baik oleh wall street. Akan tetapi, pergerakan di pasar treasury sangat tajam. Imbal hasil treasury bertenor 10 tahun mendekati 1,67 persen dari sekitar 1,54 persen. Imbal hasil bergerak berlawanan dengan harga.

“Dengan the Fed yang dipimpin Powell, kami perkirakan kecepatan penurunan QE mengikuti data, kemungkinan akan meningkat jika inflasi berlanjut pada kecepatan angka Oktober dengan kenaikan suku bunga segera mengikuti penurunan pada Juni dengan kecepatan saat ini,” ujar Aptus Capital Advisors Portfolio Manager, John Luke Tyner dalam sebuah catatan.

Ia menambahkan, pasar percaya aksi ini akan menjaga the Fed kendalikan inflasi. “Sementara pasar mengharapkan respons yang lebih hawkish terhadap inflasi saat ini, waktu akan memberi tahu apakah itu akan cukup, karena Powell mapan dalam kebijakan FOMC yang dovish,” kata dia.

Sumber

liputan6.com

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG