PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best ProfitBursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melambung pada perdagangan Senin, 29 November 2021 setelah aksi jual besar-besaran pada Jumat pekan lalu.

Wall street menguat setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan tidak memberlakukan penguncian ekonomi sebagai respons terhadap varian COVID-19 Omicron.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 236,6 poin menjadi 35.135,94. Indeks S&P 500 naik 1,3 persen menjadi 4.655,27. Indeks Nasdaq bertambah 1,9 persen menjadi 15.782,83. Indeks kapitalisasi kecil Russell 2000 turun 0,2 persen menjadi 2.241,98. Bestprofit

“Jika orang divaksinasi dan memakai maskernya, tidak perlu lockdown,” ujar Biden dilansir dari CNBC, Selasa (30/11/2021).

Joe Biden juga mengatakan tidak ada pembatasan perjalanan baru. Pada pekan lalu, indeks Dow Jones mencatat kinerja buruk sejak Oktober 2021. Indeks Dow Jones turun 905 poin atau 2,5 persen, indeks S&P 500 susut 2,3 persen dan indeks Nasdaq melemah 2,2 persen.

“Masih ada lebih banyak pertanyaan dari pada jawaban mengenai varian omicron, tetapi setelah apa yang terjadi pada Jumat, pemantulan hari ini adalah pertanda baik,” ujar Ryan Detrick dari LPL Financial.

Ia menambahkan, pihaknya telah melihat varian lain menyebabkan beberapa gangguan pencernaan. Namun, setelah semuanya bisa tenang dan bergerak maju. “Kami optimistis itu akan menajdi pedoman sekali lagi,” ujar dia.

Saham Kapitalisasi Besar Menguat

Saham-saham berkapitalisasi besar hadir sebagai pemenang pada Senin, 29 November 2021. Saham Tesla melonjak 5,1 persen, saham Microsoft mendaki 2,1 persen, saham Amazon naik 1,6 persen, saham Apple bertambah 2,2 persen. Namun, saham Twitter turun 2,7 persen di tengah kabar CEO Jack Dorsey mengundurkan diri sebagai CEO.

Saham terkait perjalan membukukan sedikit penguatan setelah sesi perdagangan yang bergejolak. Saham United Airlines naik 0,7 persen. Saham Royal Caribbean menguat 2,8 persen dan TJX Companies bertambah 1,9 persen.

“Kami akan menjadi pembeli agresif dari penurunan ini. Pandangan kami tekanan akan berjangka pendek dan sementara,” tulis Tom Lee dari Funstrat.

Saham Merck menjadi hambatan terbesar di Dow Jones. Saham Merck turun 5,4 persen setelah Citi menurunkan peringkat saham menjadi netral dari beli. Citi mengatakan, perjuangan pengembangan untuk obat HIV perusahaan telah kurangi potensi jangka panjang Merck.

Sumber

liputan6.com

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG